Toleransi Dalam Bingkai Tahun Baru Islam 1 Muharram


Pengajian 1 Muharram 1445 H di Masjid Muallaf Maulu. (Dok. Ist.)

Rabu, 19 Juli 2023, Jama’ah dan Pengurus Masjid Muallaf Maulu, Lembang Talion, Kecamatan Rembon, Tana Toraja selenggarakan Pengajian dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1445 H. Selain masyarakat setempat, pengajian ini diikuti oleh masyarakat dari 2 Kecamatan lain, yakni Kecamatan Malimbong Malepe dan Kecamatan Saluputti.

Masjid Muallaf Maulu yang merupakan masjid baru di daerah tersebut. Perayaan tahun baru Islam juga melibatkan Mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama 2023. Tidak hanya dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, peserta KKN juga ada yang dari kampus lain seperti Universitas Kristen Indonesia.

Adapun tema yang diangkat pada perayaan tahun baru Hijriah ini yaitu “Modernisasi Beragama Menguatkan Keberagaman”. Makna dari tema ini menjadi pedoman utama masyarakat untuk lebih menguatkan lagi toleransi di Tana Toraja khususnya Kecamatan Rembon. Perayaan tahun baru Islam ini pun tak hanya dihadiri oleh umat Muslim, tetapi juga dihadiri oleh masyarakat yang beragama non-muslim.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat seperti Ketua Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Rembon, Daniel Rompon SAg MP, yang juga bertindak sebagai Penceramah. Kemudian Kepala KUA Tana Toraja, Nasruddin Jaba’ MPdI sebagai pembaca do’a.

“Hari ini kami sangat berbahagia karena tahun ini perayaan 1 Muharram sangat meriah dan banyak masyarakat yang berantusias. Apalagi hari ini kami sangat kewalahan karena tidak menduga bahwa tamu itu akan sebanyak ini,” kata Annisa DR Rantelino SE selaku Pembina Remaja Mesjid Muallaf Maulu.

Pawai 1 Muharram 1445 H di Kec. Rembon.

Sehari sebelumnya, 18 Juli 2023, peserta KKN yang tergabung dalam Posko 11 bersinergi bersama pengurus Masjid Baitul Makmur dan remaja Masjid setempat untuk kegiatan Pawai 1 Muharram. Persiapan pawai diantaranya menghias mobil. Dalam penghiasan ini, salah satu peserta KKN  menghiasi mobil dengan Kaligrafi Koufi dan Naskhi dengan teks tulisan

العلم نور والجهل ظلام

Artinya : Ilmu itu cahaya dan kebodohan ialah kedzoliman.

Selain itu, ditambahkan juga tulisan dengan teks tulisan

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ

Artinya: “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”

Kedua teks tulisan tersebut, diharapkan dibaca oleh seluruh peserta pawai dan masyarakat agar dapat memberikan pemahaman bahwa ilmu menjadi hal terpenting dalam hidup dan tolong menolong menjadi buah dari pada ilmu. Sehingga kebajikan yang dilakukan tidak membedakan siapa dan penganut agama apa, serta selalu membantu sesama agamanya dalam hal ketakwaan.

Ust Daniel Rompon dalam ceramahnya berharap kepada masyarakat untuk selalu menjaga nilai-nilai toleransi yang sudah lama tertanam di Tana Toraja. Kepada peserta KKN Ia juga berpesan agar dapat mengambil pengalaman dan pelajaran, serta mengimplementasikan kelak pulang ke daerahnya masing-masing.

“Sehingga keributan yang terjadi yang mengatasnamakan agama tidak terjadi di Bumi Pertiwi Indonesia,” pungkasnya.* (Iqbal Nizar Perdana/NF)