Seminar Moderasi Beragama, Tingkatkan Harmoni Keberagaman di Era Digitalisasi


Seminar berlangsung di bawah Tongkonan. (Dok. Ist.)

Tana Toraja – Mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama gelar Seminar Moderasi Beragama yang berlangsung di Tongkonan Tondok Bangla, Lembang Kaduaja, Tana Toraja, Kamis (3/8/2023). Acara dihadiri oleh pemuka agama dari dua keyakinan yang berbeda ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama demi meningkatkan harmoni keberagaman dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi.

Para pembicara dari latar belakang agama yang beragam berbagi wawasan dan pandangan tentang pentingnya toleransi, saling menghargai, dan keberagaman dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Turut hadir dalam acara ini adalah Kepala Lembang Johanis Dipin Lading SH dan Kepala Dusun dari wilayah Lembang Kaduaja.

“Saat ini, Tana Toraja sudah memiliki sejarah panjang dalam praktik moderasi beragama sejak sebelum agama-agama yang kita kenal masuk ke daerah ini. Namun, kami menyadari bahwa di era digitalisasi ini, berita-berita hoax dan penyalahgunaan agama sebagai politik identitas menjadi hambatan yang harus dihadapi,” ujar Pdt. Hendrik Sony Paattang MTh, selaku pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Tana Toraja.

Seminar ini coba menjawab tantangan zaman dengan memberikan ruang bagi para pemuka agama dan masyarakat untuk bersatu dalam semangat toleransi dan saling pengertian. Pdt. Hendrik melanjutkan, dengan menghadapi tahun politik yang mendekat, dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberagaman sebagai kekuatan dalam mencapai kemajuan dan keselarasan.

Mahasiswa KKN Nusantara Moderasi Beragama bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

“Seminar Moderasi Beragama ini menjadi momen berharga bagi warga Tana Toraja untuk menguatkan semangat persaudaraan dan membangun kohesi sosial di tengah arus digitalisasi yang semakin kompleks. Mari bersama-sama menjaga harmoni keberagaman sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Toraja,” tambahnya.* (Nadia Qatrun Nada/NF)