LP2M UIN Raden Intan Lampung Gelar Pembekalan KKN Transformatif 2026, Terjunkan 4.378 Mahasiswa di Bandar Lampung

Bandar Lampung (Humas LP2M) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung resmi membuka kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN Transformatif Tahun 2026 pada 20–21 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan mahasiswa dari delapan fakultas sebagai langkah persiapan teknis, mental, dan pemantapan materi sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Pada pelaksanaan KKN tahun 2026, LP2M UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan 6 skema KKN dengan total peserta mencapai 4.378 mahasiswa. Khusus untuk skema KKN Transformatif, program akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 30 Agustus 2026, yang tersebar di 116 lingkungan pada 48 kelurahan di 8 kecamatan se-Kota Bandar Lampung dengan pendampingan dari 116 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
KKN tahun ini mengusung tema “Gerakan Kolaborasi Kampus dan Kota untuk Membangun Bandar Lampung yang Berkelanjutan melalui Penguatan Ketahanan Pesisir, Pengembangan Ekowisata Perkotaan, Ekonomi Hijau, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan”.
Dalam pengarahannya, perwakilan pimpinan LP2M UIN Raden Intan Lampung menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan formalitas, melainkan sebuah komitmen agar kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata dan perubahan positif bagi masyarakat.
“Kami tidak berharap kalian datang ke lokasi KKN hanya untuk memenuhi kewajiban akademik. Kami berharap kalian datang sebagai pembelajar, pendengar yang baik, penggerak kolaborasi, dan penyelesai masalah. Jangan terburu-buru membawa program, datanglah terlebih dahulu membawa empati. Kenali masyarakatnya, dengarkan keluhan mereka, pahami potensi dan tantangannya,” ujar Ketua LP2M UIN Raden Intan Lampung, Dr. Ali Abdul Wakhid, S.Ag., M.Si., saat memberikan sambutan laporan pelaksanaan KKN.
Selain itu, dalam pidato pembukaan resmi, pimpinan kampus mengingatkan para mahasiswa untuk senantiasa menjaga almamater dan etika selama membaur dengan warga. Tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di bangku kuliah dinilai harus diimbangi dengan kepedulian sosial dan kemampuan beradaptasi dengan realitas di lapangan.
“Ilmu dan karakter seorang sarjana tidak diukur dari seberapa tinggi IPK, melainkan dari manfaat dan karya nyata yang kalian tinggalkan. Jadilah etalase terbaik UIN Raden Intan Lampung di tengah-tengah masyarakat. Fokuslah berinteraksi secara langsung, tinggalkan jejak perubahan yang baik, dan jadikan pengalaman KKN ini sebagai modal kedewasaan serta kepemimpinan masa depan,” tegas perwakilan Rektor UIN Raden Intan Lampung dalam pidato pembukaannya.
Rangkaian pembekalan ini juga menghadirkan berbagai narasumber kompeten dari beragam sektor, mulai dari instansi pemerintah seperti Bapperida Kota Bandar Lampung, pusat-pusat studi LP2M (Pusat Halal, Moderasi Beragama, dan PSGA), hingga lembaga praktisi dan komunitas penggerak masyarakat seperti Yayasan Boemikita, Equilibri Lestari Bumi, ZAZN Techno, serta Komunitas Sedekah Lampung.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas, KKN Transformatif UIN Raden Intan Lampung 2026 diharapkan mampu melahirkan inovasi program yang responsif terhadap kebutuhan warga Bandar Lampung, sekaligus mencetak generasi muda yang tangguh dan berdedikasi tinggi. (WR)