DPL dan Mahasiswa KKN Sosialisasi Pencegahan Stunting

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung selenggarakan sosialisasi pencegahan stunting didua desa berbeda. Penyuluhan tersebut berlangsung di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan pada Jum’at, 04 Agustus 2023, dan besoknya (5/8) di Desa Pesawaran Indah, Way Ratai, Pesawaran.
Sosialisasi yang dikemas dalam bentuk seminar ini bertujuan agar masyarakat mengetahui upaya pencegahan stunting untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak. Penyuluhan ini diisi oleh akademisi UIN yang juga sebagai DPL di desa tersebut yakni Vandan Wiliyanti MSi yang bertugas di Desa Tanjung Harapan dan Deveika Rhamma Dhanny MKM DPL di Desa Pesawaran Indah. Keduanya menjadi pemateri ditiap desa.
Selain mahasiswa KKN, aparatur pemerintah desa, petugas Puskesmas, dan masyarakat khususnya dari unsur perempuan di masing-masing desa antusias mengikuti seminar tersebut. Kegiatan ini mengusung tema “Cegah Stunting dengan Mengoptimalkan Peran Orang Tua sebagai Smart Parenting melalui Gerakan Literasi Keluarga”.

Deveika menyampaikan materi mengenai pencegahan stunting dalam perspektif kesehatan dan gizi pada anak. “Pencegahan stunting dapat dicegah dengan beberapa treatment, dimulai dengan menjaga pola makanan ibu hamil dan memperhatikan gizi yang diperukan untuk kesehatan bayi dan ibunya,” ujarnya.
Dosen ahli gizi ini melanjutkan, “ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang anak terkena stunting, diantaranya faktor internal yaitu gizi serta asupan yang dikonsumsi oleh ibu dan faktor eskternal yaitu dari lingkungan dan ekonomi keluarga.”
Sedangkan Vandan membahas tentang bagaimana upaya mengoptimalisasi kecerdasan dalam pendidikan untuk anak yang terkena stunting. “Kecerdasan bisa dilihat dari berbagai aspek, misalnya aspek kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial. Dampak stunting juga dapat mempengaruhi penurunan kemampuan kognitif, gangguan perkembangan motorik dan masalah kemampuan sosisal dan emosional,” paparnya.
Dosen Prodi Pendidkan Fisika ini juga menjelaskan bahwa orang tua harus mengoptimalisasikan kecerdasan anak melalui pendidikan. “Untuk mencegah stunting, orang tua harus memperhatikan anak melalui pendidikan, pengajaran inklusif, peningkatan kualitas gizi, dan pengembangan keterampilan non-akademik”, kata Vandan.

Kedua Kepala Desa setempat pun turut menyampaikan apresiasi dan harapan atas terselenggaranya seminar tersebut. “Harapan kedepannya semoga dengan diadakannya seminar ini dapat mengedukasi masyarakat terkait pengetahuan stunting dan bagaimana cara mencegahnya, agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Kepala Desa Tanjung Harapan.
Kemudian, salah satu mahasiswa Muhammad Sujai, berharap seminar pada kali ini dapat memberikan inovasi dan pengetahuan baru ke orang tua. “Semoga seminar ini membangun kesadaran tentang pentingnya mencegah terjadinya stunting pada anak,” pungkasnya.* (Rls/NF)