“Kue Cingkhuie”, Kuliner Khas Lamno Dikembangkan Mahasiswa KKN

Mukhan – Mahasiswa peserta KKN Melayu Serumpun yang berlokasi di Gampong Mukhan, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, menemukan beragam keunikan dan kekayaan. Tak hanya kekayaan alam, adat istiadat, dan budaya, tapi juga kuliner yang menarik perhatian peserta KKN di tempat ini.
Kecamatan Indra Jaya, yang dikenal juga dengan nama daerah Lamno, memiliki banyak kuliner khas daerah setempat salah satunya Kue Cingkhuie. Namanya seperti nama dari China, aslinya kue ini merupakan kue yang terbuat dari bahan dasar beras ketan dengan campuran daun herbal.
Pak Keuchik atau Kepala Gampong Mukhan, Mahmuddin, menjelaskan, Kue Cingkhiue biasa dikonsumsi pada bulan Ramadhan. “Karena terbuat dari daun herbal, selain rasa yang enak, kue ini juga memberikan manfaat yang banyak sekali seperti sebagai sumber energi, dapat menetralisir racun, penawar radikal bebas, menurunkan kadar kolestrol, mengatasi masalah pernapasan, menjaga kesehatan tulang, melancarkan pencernaan dan lain-lain,” paparnya.
Kurang lebih 20 daun yang dicampurkan dalam kue ini seperti daun saga, daun ninden, daun gajah pelah, daun tapak leman, daun atotderi, daun onbuah, daun sempengep, dan daun herbal lainnya. Jenis dedaunan tersebut banyak disebut dengan istilah lokal.
Ketua Kelompok KKN Gampong Mukhan, Muhammad Aripudin, mengatakan bahwa kekayaan yang dimiliki Gampong Mukhan salah satunya kuliner ini dapat menjadi peluang untuk kebangkitan perekonomian masyarakat. Dia melanjutkan, dikarenakan kue ini tanpa bahan pengawet, sehingga kue ini hanya dapat bertahan selama 1 hari.
“Maka kami coba membuat inovasi pengembangan kue ini yang juga tanpa pengawet serta penambahan toping. Setelah kami lakukan percobaan, ternyata Cingkhuie dapat bertahan sampai 3 hari. Selanjutnya kami coba bantu pemasaran kue ini,” ujar mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.

Pada Selasa, 12 Juli 2022, mahasiswa KKN membuka bazar makanan salah satunya Kue Cingkhuie ini pada upacara adat Peumeunap Ngoen Seumuleung. Upacara ini untuk memperingati berdirinya Negeri Daya di Poeteumeureuhom, Aceh Jaya.
Turut hadir dan mendatangi stand mahasiswa tersebut Bupati Aceh Jaya Drs Teuku Irfan TB. “Alhamdulillah stand kami dihadiri oleh Bapak Bupati. Beliau mencicipi Kue Cingkhuie buatan kami dan mengapresisi serta mendukung program tersebut,” tambah Arip
Mahasiswa dan masyarakat setempat berharap kue tersebut bisa dikenal dan dirasakan bukan hanya di Lamno, tapi juga ke luar kabupaten bahkan daerah di luar Aceh.
Demografi Singkat
Gampong Mukhan, Kecamatan Indra Jaya, salah satu tempat yang dijadikan lokasi KKN Melayu Serumpun Angkatan III tahun 2022. Terdapat 21 Desa atau yang biasa disebut dengan Gampong yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan KKN di Kabupaten Aceh Jaya.
Gampong Mukhan merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak tsunami Aceh pada tahun 2004 silam. Bahkan banyak sekali Gampong atau Desa yang benar-benar hilang akibat dari bencana tsunami tersebut.
Selain Gampong Mukhan, Kecamatan Indra Jaya ini terdapat 6 Gampong lainnya yaitu Cinamprung, Teumareum, Babah Dua, Ujong Muloh, Janguet, dan Keude Unga.
Luas Gampong Mukhan ini kurang lebih 5 Ha dengan 149 Kepala Keluarga. Mayoritas mata pencarian masyarakat setempat adalah petani.
Gampong Mukhan memiliki 168 unit rumah. 167 unit rumah dibangun dari bantuan Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia Yang Mulia MR Abdurrahman Alkhayat. Satu rumah lagi dibangun pada tahun 2021 dari bantuan pemerintah kabupaten.

Adapun nama peserta KKN di Gampong Mukhan yaitu Aimi Marlinda, Muhammad Aripudin, dan Muhammad Nazar (UIN Ar-Raniry Banda Aceh); Cici Trisna (UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu); Ismail Rambe (UIN Imam Bonjol Padang); Karunia Akbar Permata (UIN Raden Intan Lampung); Karunia Rizki Ma’arif Amin (UIN STS Jambi), Muhammad Habibi (UIN Raden Fatah Palembang); Rika Wahyuni (IAIN Lhoesomawe); dan Saprun (IAIN Bukit Tinggi).*
Penulis: Karunia Akbar Permata
Editor: Novrizal Fahmi