PSGA UIN RIL Hadirkan Layanan Konseling Sebaya, Wujudkan Ruang Aman dan Peduli bagi Mahasiswa


Bandar Lampung (Humas LP2M) Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan peduli terhadap kebutuhan mahasiswa melalui Layanan Konseling Sebaya. (Rabu, 26 Agustus 2026)

Layanan Konseling Sebaya merupakan salah satu upaya PSGA UIN RIL untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam menyampaikan cerita, keluhan, maupun persoalan yang sedang dihadapi dengan pendekatan yang lebih dekat, nyaman, dan humanis. Melalui layanan ini, mahasiswa didorong untuk tidak menghadapi persoalan seorang diri serta memiliki ruang untuk memperoleh dukungan dari teman sebaya yang telah mendapatkan pembekalan.

Konseling sebaya menjadi bagian penting dalam membangun budaya saling peduli di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai bagian dari komunitas kampus memiliki peran strategis untuk saling mendengarkan, memberikan dukungan awal, serta membantu teman yang membutuhkan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga atau pihak yang kompeten.

PSGA UIN RIL menempatkan aspek kerahasiaan, empati, penghormatan, dan keamanan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan layanan. Konselor sebaya tidak berperan sebagai pengganti psikolog atau konselor profesional, tetapi menjadi teman pendamping yang membantu memberikan dukungan awal dan mengarahkan mahasiswa kepada layanan profesional apabila persoalan yang dihadapi membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Melalui Layanan Konseling Sebaya, PSGA UIN RIL berharap dapat menumbuhkan budaya kampus yang semakin terbuka terhadap isu-isu psikososial, gender, relasi sosial, serta berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan keberlangsungan studi mahasiswa.

Lebih dari sekadar layanan konseling, program ini menjadi langkah nyata dalam membangun kampus yang saling mendengar, saling menguatkan, dan saling menjaga. PSGA UIN RIL berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa, sehingga setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan menjalani proses pendidikan dalam lingkungan yang aman dan suportif. (WR)